Kepintaran dan kepandaian manusia merupakan pemberian dari yang Maha Kuasa untuk dapat disyukuri dan dipergunakan dengan bijak semasa hidupnya. Dari pandangan yang ada di Negara Indonesia sebetulnya manusianya memikili berbagai kepintaran yang lebih dibandingkan dari manusia-manusia lain di seluruh Dunia. Hal ini terbukti dengan adanya hasil penelitian yang menyebutkan bahwa dari nenek moyang orang-orang Indonesia dulu sudah memiliki akal yang luar biasa hebatnya, salah satunya bahwa nenek moyang jaman dulu sudah bisa membuat kapal layar dan sudah bisa menjelajah belahan dunia. Salah satu hasil kapal layar buatan orang Indonesia pada jaman dulu ialah seperti kapal pinisi atau perahu pinisi.
Setiap orang Indonesia sebenarnya mempunyai otak yang cerdas, akan tetapi karena faktor kemiskinan dan ketidakadaan biaya untuk mengembangkan kepintarannya tersebut. Banyak anak-anak di Indonesia yang terlantar sekolahnya dan tidak dapat menyambung sekolahnya ke tingkat yang lebih tinggi yang disebabkan faktor biaya, semakin tinggi sekolah di Indonesia maka semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Seharusnya pemerintah sangat bertanggungjawab untuk memikirkan nasib generasi penerus mereka di masa yang akan datang.
Orang-orang pintar di Indonesia juga seringkali terpinggirkan dan disia-siakan oleh pemerintah Indonesia karena tidak bisa mengolah dengan baik dan memanfaatkan dengan bijak untuk kebaikan dan kemajuan Negara Indonesia. Sebagai contoh yaitu Ir Habibi yang mempunyai keahlian membuat pesawat terbang dengan kepintaran yang dimilikinya, yang sekarang beliau ditarik oleh Negara Jerman dalam membuat pesawat. Contoh selanjutnya Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan ini sebenarnya mempunyai otak yang luar biasa pintarnya karena mana dengan penghitungan beliau, beliau dapat mengatur kestabilan dan meningkatkan keuangan Negara, sekarang ini beliau ditarik ke salah satu Bank Dunia untuk menjabat di sana.