Suatu perusahaan, betapapun kecilnya, tidak mungkin terbebas dari konflik antar karyawannya. Dalam kualitas, kuantitas, dan frekuensi yang berbeda, konflik interpersonal pasti pernah terjadi.
Hal ini karena konflik merupakan bagian dari dinamika kehidupan manusia. Konflik temporer merupakan variasi dari suasana kerja, sekaligus indikator adanya efek samping dari suatu persaingan yang terjadi akibat adanya kerancuan persepsi, komunikasi, dan karakteristik pribadi. (Dedy Kusmanagandi, 1989).
Konflik terjadi karena seseorang memiliki kebutuhan, keinginan dan kepentingan yang harus dipuaskan dan hal tersebut terancam karena adanya tindakan, ucapan atau keputusan orang lain.
Oleh karena itu sumber konflik sangat beragam. Ia dapat muncul dari diri sendiri, lingkungan, atau orang lain yang memiliki perbedaan dalam sikap. opini, cara, tujuan atau sistem nilai yang dianutnya.
Dengan demikian, setiap orang merupakan sumber konflik yang potensial bagi orang lain, karena memiliki kebutuhan, keinginan, dan kepentingan yang berbeda baik dalam kualitas maupun kuantitas, karena karakteristik pribadi yang bersifat khas.
Konflik antar karyawan terjadi karena benturan dalam proses pemenuhan kebutuhan yang dipengaruhi oleh faktor psikologis. Empat psikologi tersebut yaitu :
– Motivasi
– Persepsi
– Pengalaman dan
– Sikap menentukan langkah atau cara seseorang di dalam memuaskan kebutuhannya.