Kalau kita lihat dengan cermat, sistem nepotisme ini masuk dalam induk sistem kepegawaian : “Patronage System” atau sistem kawan. Dalam sistem kawan ini dibedakan menjadi dua, yaitu Spoil System (bersifat politis) dan Nepotisme/ Nepotism (bersifat non politis).
Kedua sistem tersebut tetap merupakan sistem yang tidak dipakai dalam sistem kepegawaian kita (walaupun kenyataannya tumbuh subur – baik dalam lembaga legislatif maupun dalam lembaga eksekutif : Lihat anggota DPR yang masih saudara/famili).
Oleh sebab itu, jangan berharap sistem nepotisme, koneksi ini hilang dari praktek kepegawaian, kecuali diri kita masing-masing sendirilah yang menolaknya. Termasuk membiarkan akan nasib anak kita sendiri untuk memasuki wiraswasta.