Analisis pekerjaan mempunyai aplikasi ketiga, yaitu standar-standar prestasi kerja (job performance standards). Standar-standar ini memberikan dua manfaat. Pertama, standar berfungsi sebagai sasaran atau target bagi pelaksanaan kerja pegawai/keryawan. Kedua, standar adalah kriteria dengan mana keberhasilan kerja dinilai atau diukur. Tanpa standar, maka tidak ada sistem pengawasan yang dapat mengevaluasi pelaksanaan kerja.
Standar-standar pekerjaan juga dapat diperoleh dari hasil pengukuran kerja atau penetapan tujuan partisipatif. Teknik-teknik pengukuran kerja yang bisa digunakan antara lain studi waktu, data standar, data waktu standar yang telah ditetapkan sebelumnya dan pengambilan sampel kerja (work sampling). 2) Di samping itu, para manajer bisa menetapkan standar-standar pekerjaan melalui pembahasan dengan para bawahan mereka. Pembicaraan meliputi sasaran-sasaran pekerjaan, peranannya dalam hubungan dengan pekerjaan-pekerjaan lain, persyaratan-persyaratan organisasional dan kebutuhan-kebutuhan karyawan. Proses ini sering menimbulkan komitmen karyawan, semangat kerja, kepuasan dan motivasi yang lebih besar.
Standar-standar prestasi kerja kadang-kadang juga ditetapkan secara partisipasif dengan pemimpin organisasi buruh. Para pemimpin serikat karyawan memahami pentingnya informasi analisis pekerjaan dan kemudian melakukan perundingan tentang standar-standar pelaksanaan berbagai pekerjaan. Perjanjian-perjanjian hasil perundingan ditulis dalam kontrak kerja.

__________
2) Pembahasan lebih terperinci, lihat : T. Hani Handoko, Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, BPFE-Yogyakarta, 1984, hal. 182-210.